Showing posts with label filsafat. Show all posts
Showing posts with label filsafat. Show all posts

Sunday, 5 December 2010

DARI EPISTEMOLOGI KE FILSAFAT ILMU

EPISTEMOLOGI
Epistemologi berasal dari kata yunani, episteme dan logos. Epistome biasa di artikan pengetahuan atau kebenaran dan logos di artikan sebagai teori pengetahuan yang dalam bahasa inggrisnya menjadi theory of knowledge.
Istilah-istilah lain yang setara maksudnya dengan epistemologi dalam pelbagai kepustakaan filsafat kadang-kadang di sebut juga logika material, crieteologi, kritika pengetahuan, gnosiologi dan dalam bahasa Indonesia lazim di pergunakan istilah filsafat pengetahuan.

PROBLEMATIKA DALAM FILSAFAT ILMU

Ilustrasi : Prolematika filsafat ilmu
Problem Rasionalisasi Ilmu Pengetahuan
Rasionalisasi lebih tepat diterapkan terhadap pengetahuan yang tidak ilmiah dan irasional, meskipun semua pengetahuan memerlukan rasionalisasi. Pembuktian-pembuktian ilmiah mrupakan salah satu upaya rasionalisasi, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Filsafat ilmu lebih mengedapankan penggalian ontologis dalam melakukan rasionalisasi, sehingga pembenaran terhadap pengetahuan dicirikan oleh pendekatan logika. Oleh karena itu, problematika pertama dalam filsafat ilmu terletak pada penerapan logika. Jika logikanya tumpul, belajar filsafat lebih cepat bingung daripada mengerti. Berbeda dengan yang memiliki ketajaman logika, belajar filsafat ilmu terasa nikmat dan mengaysikkan, sambil tertawa-tawa memertawakan kebodohan logika kita sendiri.
Ketajaman logika haruslah diasah terus-menerus, karena belajar filsafat bukanlah sekedar membaca buku filsafat, menghafal pikiran-pikiran para filosof, mengetahui berbagai aliran dalam filsafat dan memahami sejarahnya. Itu semua hanyalah awal mempelajari filsafat. Yang paling utama adalah bagaimana menjadikan filsafat sebagai metode barpikir, sebagai alat utama dalam menggali hakikat dan seluk beluk kebenaran suatau pengetahuan. Menambah ketajaman berpikir logis, sistematis, kontemplatif, dan radikal. Dengan demikian, problem dalam filsafat ilmu dalam kaitannya dengan ketajaman logika dengan mudah dapat diketahui.

Ruanglingkup Filsafat ilmu

Ilustrasi : Ilmu dalam pikiran
Filsafat sebagai induk dari semua ilmu. Cabang filsafat yang membahas masalah ilmu adalah filsafat ilmu. Tujuannya adalah analisis mengenai ilmu pengetahuan dan cara-cara bagaimana pengetahuan ilmiah itu diperoleh. Jadi,filsafat ilmu adalah penyelidikan tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara untuk memperolehnya. Pokok perhatian filsafat ilmu adalah proses penyelidikan ilmiah itu sendiri. Istilah lain dari filsafat ilmu adalah theory of science (teori ilmu), metascience (adi-ilmu), science of science (ilmu tentang ilmu).

The Liang Gie mendefinisikan filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia.Dikatakan filsafat sebagai ilmu karena di dalam pengertian filsafat mengandung empat pertanyaan ilmiah, yaitu bagaimanakah, mengapakah, ke manakah, dan apakah.

Perbedaan filsafat,ilmu,dan filsatfat ilmu

Perbedaan Filsafat, Ilmu Dan Filsafat Ilmu
Filsafat
Menurut Harold H. titus, filsafat adalah suatu usaha untuk memahami alam semesta, maknanya dan nilainya. Tujuan ilmu adalah control dan tujuan seni adalah kreativitas, kesempurnaan dan keindahan komunikasi dan ekspresi , maka tujuan filsafat adalah pengertian dan kebijaksanaan.Ilmu memberikan kepada kita pengetahuan, dan filsafat memberikan kita hikmah. Filsafat memberikan kepuasan kepada keinginan manusia akan pengetahuan yang tersusun dengan tertib, akan kebenaran.

Filsafat adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempunyai ilmu pengetahuan itu sendiri. Tetapi filsafat tidak termasuk dalam ruang ilmu pengetahuan yang khusus boleh dikatakan ilmu pengetahuan tetapi objeknya tidak terbatas. Disamping ilmu pengetahuan maka, di pergunakan suatu ilmu pengetahuan lain lagi yaitu filsafat.

Sunday, 14 November 2010

About the relationship of science philosophy of science and philosophy

Knowledge comes from the Arabic, 'Alama. The basic meaning of this word is knowledge. The use of the word science in Indonesian proposition is often equated with the word science in English. The word science itself is not the original English language, but the absorption from the Latin, Scio, scire which essentially meaning knowledge. Some say that science comes from the word scientia which means knowledge. Derived from the Latin scientia which means mengetahui.1 Scire Despite the various differences in origin of the word, but if true sciences are juxtaposed with the word science in English, then understanding is knowledge. Knowledge used in the Indonesian language, the word is essentially "know" .2 In general sense of the word "know"
This indicates the existence of a knowledge based on experience and specific understanding of which is owned by seseorang.3

The same opinion expressed M. Quraish Shihab. He argues that knowledge comes from the Arabic, ilm. The basic meaning of this word is clarity. Therefore, any form of words drawn from the word 'ilm like the word' alm (flag), 'ulmat (cleft lip),' nature (the mountains) the funds' addresses contain the object of knowledge. Science can thus be interpreted as a clear knowledge about sesuatu.4

 

Copyright @ 2013 Edi.my.id.