 |
| Ilustrasi : Prolematika filsafat ilmu |
Problem Rasionalisasi Ilmu Pengetahuan
Rasionalisasi lebih tepat diterapkan terhadap pengetahuan yang tidak ilmiah dan irasional, meskipun semua pengetahuan memerlukan rasionalisasi. Pembuktian-pembuktian ilmiah mrupakan salah satu upaya rasionalisasi, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Filsafat ilmu lebih mengedapankan penggalian ontologis dalam melakukan rasionalisasi, sehingga pembenaran terhadap pengetahuan dicirikan oleh pendekatan logika. Oleh karena itu, problematika pertama dalam filsafat ilmu terletak pada penerapan logika. Jika logikanya tumpul, belajar filsafat lebih cepat bingung daripada mengerti. Berbeda dengan yang memiliki ketajaman logika, belajar filsafat ilmu terasa nikmat dan mengaysikkan, sambil tertawa-tawa memertawakan kebodohan logika kita sendiri.
Ketajaman logika haruslah diasah terus-menerus, karena belajar filsafat bukanlah sekedar membaca buku filsafat, menghafal pikiran-pikiran para filosof, mengetahui berbagai aliran dalam filsafat dan memahami sejarahnya. Itu semua hanyalah awal mempelajari filsafat. Yang paling utama adalah bagaimana menjadikan filsafat sebagai metode barpikir, sebagai alat utama dalam menggali hakikat dan seluk beluk kebenaran suatau pengetahuan. Menambah ketajaman berpikir logis, sistematis, kontemplatif, dan radikal. Dengan demikian, problem dalam filsafat ilmu dalam kaitannya dengan ketajaman logika dengan mudah dapat diketahui.